Kita mengetahui bahwa adanya kalimat suksesnya sebuah product yang telah kita desain. Tapi bagaimana sebenarnya untuk melihat seberapa sukses product tersebut? maka jawabanya adalah KPI atau Product Metrics.

baca juga : Mengenal Product Designer dan Product Manager

KPI pada sebuah product terdebat berbagai macam. tergantung jenis KPI atau metrik yang kita gunakan dalam proses penghitungan suksesnya produk kita. untuk itu sebelum kita menentukan metrik apa yang kita gunakan, sebaiknya mempertanyakan beberapa hal terlebih dahulu.

Metrik apa yang cocok untuk produk yang kita miliki?

Memilih metrik atas kesuksesan produk yang kita kembangi pastinya memiliki berbagai macam. Seperti produk social media, pasti akan menilai berdasarkan daily active user atau DAU. Sedangkan untuk produk toko online/ecommerce pasti tentunya sebarapa sering user bounce rate atau trafik.

Ada beberapa macam dalam hal ini.

Menilai berdasarkan revanue yang di hasilkan perusahaan

Metrik Mounthly Recurring Revenue

Mounthly Recurring Revenue adalah cara menghitung kesuksesan produk berdasarkan revanue.

Rumus perhitungannya

*Jika perusahaan memiliki price ladder seperti tahunan, quarter, ataupun semester bisa di bagi untuk mendapatkan harga bulanannya.

Metrik Average Revenue Per User

ARPU merupakan turunan dari MRU yang mana menghitung kemungkinan pembelian oleh user-user yang kita miliki. Biasanya digunakan oleh online store atau e-commerce. ARPU merupakan turunan dari MRU yang mana dihitung

Rumus Perhitungannya

*ARPU merupakan metrik yang digunakan jika harga dari produk memiliki kenaikan, diskon, ataupun perubahan yang terjadi. Metrik ini juga dapat digunakan untuk memandingkan dengan produk kompetitor yang lain

Metrik Customer Lifetime Value

Metrik kesuksean sebuah produk lainnya ada CLTV atau Customer Lifetime value. Hal ini juga merupakan turunan dari metrik sebelumnya. CLTV dihitung berdasarkan kemungkinan atas kemampuan user untuk melakukan pembelian. Dengan menggunakan metrik ini untung menghitung kesuksean produk akan memberikan informasi yang lebih luas dari pada hanya menggunakan Average revanue per user.

Rumus perhitunganya

*mengetahui seberapa banyak user dalam melakukan pembelian dapat membantu seberapa banyak dana marketing yang akan dikeluarkan dan tetap mencoba untuk profit

Customer Acquistion Coast

Metrik untuk mengitung dana yang dikeluarkan untung kebutuhan marketing. Hal ini tentunya berhubungan dengan metrik sebelumnya.

Ada beberapa rumus yang dapat digunakan dan berikut adalah contohnya.

Metrik di atas merupakan metrik berdasarkan revanue yang dimiliki oleh perusahaan. Tetapi bagaimana jika produk yang kita miliki masih berumur baru? mungkin metrik mengenai behavior/kebiasaan dari user dapat di gunakan untuk menghitung kesuksesan produk tersebut.

Mencari tahu kebiasaan dari user yang kita miliki

Dalam menghitung kebiasaan user dalam produk yang kita miliki tentunya dapat di simpelkan menggunakan platform-platform yang menawarkan jasa tersebut. contohnya ada google analytic, HotJar, ataupun Appflyers.

Perhitungan yang digunakan dalam mencari tahu kebiasaan user kita miliki adalah:

Active User Percantege

Memiliki jumlah user yang mendownload aplikasi kita belum tentu menjadi sebuah penilain yang bagus. Hal ini tentunya di karenakan semua orang dapat melakukan download, tapi tidak semua orang menggunakan produk yang kita luncurkan. Karena itu Active user percantage merupakan metrik untuk mengetahui sebarapa banyak user perhari atau perbulan dari total user yang kita miliki.

Rumusnya:

*dengan mengetahui rata-rata perhari dalam sebulan dapat mengetahui berada pada posisi dimana di Product Life Cyle

Session Duration

Menggunakan metrik ini kita akan menghitung seberapa lama user berada pada produk yang telah kita desain.

rumusnya:

menggunakan metrik ini maka kita dapat menghitung seberapa lama user dalam mengerjakan satu task yang ada pada produk yang kita miliki

Bounce Rate

Bounce rate adalah kondisi user keluar setelah melihat satu halaman saja. Hal ini dapat membuktikan bahwa apakah user tertarik dengan produk/aplikasi yang kita desain.

Mengetahui hal tersebut belum tentu dapat memberikan jawaban tentang permasalahan yang di alami oleh user/visitor. Tetapi setidaknya dapat mengetahui bahwa ada yang salah pada tampilan yang telah kita bikin.



Dengan mengetahui apa yang akan di ukur tentunya akan memberikan informasi apa yang harus kita kembangan dengan produk yang kita miliki. Oleh karena itu gunakan matrik yang cocok untuk produk yang kita miliki.