Hukum Jakob merupakan hukum yang mana dapat digunakan dengan sangat mudah untuk dimengerti. Pada hukum ini kita diberi tahu bahwa user akan lebih gampang memahami informasi jika desain user interface yang kita miliki memiliki kesamaan dengan desain lainnya. Hal ini dapat kita lihat dari beberapa contoh seperti desain dari aplikasi e-money yang memiliki kesamaan letak elemen-elemen desain mereka. Hal ini dikarenakan agar user dapat melihat dan menangkap kegunaan dari elemen tersebut.

Baca juga

UI/UX Study Hukum Hick
UI/UX Study Hukum Miller
UI/UX Study Hukum Fitts

Implementasi Hukum Jakob pada UI/UX

Hukum Jakob juga menyingung nilai semiotika yang di anut oleh target user yang kita miliki. Seperti dasarnya symbol symbol yang sering digunakan ataupun icon-icon yang sering terlihat. Hanya saja dikarenakan ketika kita berselancar di dunia online. Symbol, Icon, ataupun indek yang digunakan sudah menjadi sesuatu yang duniawi dan dapat di ingat oleh para user.

UI/UX Hukum Jakob

Tiga poin dari Hukum Jakob

  • Dengan mendesain sebuah produk yang sama akan membuat user focus terhadap apa yang mereka cari dari pada belajar sesuatu hal yang baru
  • User akan gampang mengoperasikan desain yang mana mereka sudah pahami atau serupa dengan yang lain
  • Meminimalkan kejanggalan pada desain dengan membuat user untuk terus menggunakan versi yang sudah mereka pahami

Implementasi Hukum Jakob

Penggunakan hukum Jakob merupakan sebuah hukum yang mana merupakan sesuatu yang memanjakan user untuk bertahan lama pada produk yang kita bikin. Hal ini juga membuat mereka untuk lebih gampang memahami desain ataupun pekerjaan yang mereka gunakan.

Dengan mendesain sebuah website yang serupa juga akan mempermudah user untuk mengoperasikan website yang kita miliki. Mereka akan dapat mudah untuk mengoperasikan atau memahami apa saja yang ada di sana. Mulai dari produk, service, produk, ataupun pesan yang ingin kita sampaikan.

Kesimpulan

Jika kita sebagai desain ingin mencoba untuk membuat sesuatu yang baru maka beberapa hal yang akan terjadi adalah kebingungan user dalam pengoperasian website. Ketika user kebingunan dalam menggunakan atau mencari informasi yang mereka inginkan, hal yang sering terjadi adalah mereka langsung mencari website lain untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Oleh karena itu menggunakan hukum Jakob merupakan sebuah cara aman dalam membuat atau medesain tampilan ataupun experience pada produk yang kita miliki. Karena mempermudah kita dalam mendesain sebagai desainer serta mempermudah user untuk memahami dan mengoperasikannya.

Jakob’s Law of Internet User Experience

Belajar jadi UI/UX – Index